Sunday, March 17, 2013

Ilmuwan Berhasil Menemukan Letak Terompet Malaikat Isrofil

Halo Halooo... Kali ini mimin mau ngepost sesuatu yang menarik untuk disimak yang berkaitan dengan kiamat dan dunia astronomi. Ini ada kaitannya dengan agama Islam. Cekidot..


Sekitar tahun 2005 silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.


Dengan menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet..!!


Di mana pada bagian ujung belakang wilayah “terompet” alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)





Beginilah bentuk cosmos jagat raya yang ditemukan oleh saintis, berbentuk terompet. Semakin kearah ujung "terompet" (sebelah kanan) maka semakin banyak galaksi dan bisa diamati.

Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata :

Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy (Singgasana kekuasaan) menantikan bilakah ia diperintah”.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”
Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”
Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”
Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali.

Tiupan pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan).
Tiupan kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).
Tiupan ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”

Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya.

Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuknya laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang–orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah).

Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bagaikan rama-rama (kupu-kupu) yang hidup di tengah-tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Satu lagi contoh dari banyaknya bukti tentang kebenaran Kitab Suci akhirnya terkuak. Contohnya seperti dalam Al-Qur’an yang menyebutkan bahwa janin berkembang dengan tiga fase, yang akhirnya menjadi patokan bidang kedokteran di seluruh dunia.

Juga, bahwa matahari dan semua benda langit bergerak tanpa kecuali yang pada masa dahulu disangkal oleh para ilmuwan ternyata juga ada di dalam Al-Qur’an dan masih banyak kebenaran lainnya yang manusia belum dapat menguaknya.

Perlu diketahui pula bahwa Nabi Muhammad bukanlah seorang saintis apalagi seorang astronomis, namun itu semua sudah ada di kitab yang berusia lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Bukti yang tadinya untuk akal manusia saja masih merupakan misteri. Kenapa dan apa yang dimaksud dengan terompet (sangkakala) malaikat Isrofil itu?

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 :

“Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.” (An Naml 87)

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak-anak jadi beruban dan setan-setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya?

Maha Besar dan Maha Benar Allah SWT dengan segala firmanNya. 

Sumber: kaskus.co.id


Thursday, February 21, 2013

Seminar Solar Cell dan Liquid Crystal Display, Chiba University

Kemarin, Kamis 21 Februari 2013, SMAN 38 Jakarta didatangi oleh Mahasiswa dari Chiba University Jepang yang akan mengadakan seminar tentang Solar Cell dan Liquid Crystal Display / LCD. Sekitar 70 siswa dipilih untuk mengikuti kegiatan tersebut, diantaranya adalah anggota KIRTAL.

Dari seminar tersebut, kami di ajari tentang pengenalan Solar Cell dan LCD beserta eksperimen-nya.
Mahasiswa Chiba University:
[Unit F - R. Audio Visual, Solar Cell]

  • Shinji Koya
  • Mikako Kanzaki
  • Takehiko Kii
  • Aiko
[Unit G - R. Lab Fisika, LCD]

  • Masaya Ninoyu
  • Shino Okazaki
  • Takuya Tokuda
  • Tomoko Kunikane
Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan tersebut.



Pertama-tama, Shinji-san memperkenalkan dirinya dan tim-nya (Unit F)


Takehiko-san memperkenalkan sedikit tentang Jepang


Takuya-san memperkenalkan dirinya dan timnya (Unit G)


Materi LCD. Masaya-san sedang mempersiapkan alat&bahan eksperimen


Suasana saat materi LCD


Alat&bahan untuk membuat LCD sederhana


Takuya-san menjelaskan tentang LCD


Masaya-san menjelaskan cara membuat LCD sederhana


LCD sederhana


Masaya-san menginjeksikan Liquid Crystal ke LCD
He said, the price of Liquid Crystal is 2 Millions Rupiah/5gr


Intan sedang mengeringkan LCD yang sudah di-injeksi bersama Tomoko-san


Pengujian LCD menggunakan Battery


Pengujian LCD dengan LCD Nintendo


*kiri-kanan*
Shino-san, Tomoko-san, Takuya-san, Masaya-san


Alat peraga Solar Cell


Mikako-san menjelaskan prinsip kerja Solar Cell


Raka sedang bertanya tentang Solar Cell pada Shinji-san


Shinji-san sedang menerangkan distribusi listrik Solar Cell ke rumah-rumah


Alat peraga Solar Cell


Shinji-san menjelaskan tentang prinsip kerja alat peraga


Emil sedang berdiskusi tentang Solar Cell dengan Shinji-san


Takehiko-san sedang menjelaskan tentang prinsip kerja Hologram


Hologram


Takehiko-san dikerubungi cewe-cewe -_-


Mikako-san dikerubungi cowo-cowo :$


Mikako-san = SNSD versi Jepang ._.v

Friday, February 15, 2013

Studi Banding KIR SMA 109 di SMA 38 -19 Januari 2013-

Halloo~~ Semuanya
Ehm, sebelumnya mau minta maaf karena baru posting gara gara ada masalah dengan kondisi internet ._.v